Cari

Viona Novelia

Sayap Sayap Langit

Aku Hari Ini

Assalamualaikum wr.wb

Welcome August 2026, menulis saat ini memang tak lagi jadi rutinitasku, karena berbagai kesibukan dan tidak meluangkan waktu untuk memulai kembali :), sebenarnya aku punya waktu untuk menulis sebait atau dua bait kalimat, namun karena kurangnya membaca, ide dan kosa kata ku jadi terbatas.

Siapakah aku hari ini? Tadi aku sempat membaca tulisan-tulisan lama saat masih mahasiswa, begitu banyak harapan dan cita-citaku yang sangat luar biasa. Dan hari ini aku tidak mendapatkannya. Aku sedang berjalan di jalan takdir yang Allah tetapkan padaku…apakah aku kecewa? No, aku tidak kecewa sedikitpun, takdir ini juga memberikan kebahagiaan dan ruang waktu yang berwarna dalam kehidupanku.

Siapakah aku hari ini? Aku adalah seorang wanita yang sudah ditakdirkan menjadi seorang Istri namun belum di takdirkan menjadi seorang Ibu dari rahimku sendiri, ya begitulah takdirku hari ini, selama masih ada usia, kami akan terus berusaha dan berdoa, serta menikmati bagian takdir yang Allah tetapkan pada kami berdua.

Selain menjadi Ibu rumah tangga, aku juga menyibukkan diri di sekolah, mendidik generasi penerus, yup, hari-hariku lebih banyak disekolah, bersama anak-anak usia dini yang membutuhkan kasih sayang, perhatian dan pendidikan. Setiap hari selalu ada cerita, aku senang menjalaninya, dan terus berusaha menjadi seorang guru yang profesional. Di sekolah aku juga merasakan kekeluargaan yang baik, pokoknya sekolah adalah rumah keduaku.

Alhamdulillah 36 tahun sudah Allah berikan kesempatan untuk mempersiapkan diri di atas dunia ini, semoga selama usia yang Allah berikan, Allah berikan kesehatan, kecukupan, kebahagiaan, dan keberkahan sepanjang waktu. Amiin.

Aku sudah 2 tahun ini diberi anamah menjadi wali kelas level 4, semoga aku bisa menjalaninya dengan penuh tanggung jawab. Amin

Insya Allah Ujungnya Berkah Bahagia

Assalamualaikum reader setia

Kali ini ingin bercerita tentang kisah seseorang yang menurut saya punya hikmah tersendiri bagi kehidupan ini, tentang sebuah keluarga, hubungan kakak beradik, orang tua dan orang sekitar. Jika kulihat fenomena di masyarakat kisah ini banyak sekali terjadi pada orang-orang di sekitar.

Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga yang lengkap, terdiri dari tiga orang anak, anak pertama laki-laki, kedua perempuan dan si bungsu perempuan yang jaraknya 12 tahun dari kakak kedua. Masa kecil mereka bahagia seperti masa kanak-kanak biasanya, bisa dikatakan tidak kekurangan juga, karena bapak memiliki usaha berjualan makanan di jalan lintas yang letaknya strategis. Bertahun-tahun mereka tumbuh besar, sampailah Abang pertama menikah dan punya keluarga, dilanjutkan dengan kakak keduanya juga berkeluarga, mereka hidup dengan keluarga masing-masing, tinggallah si bungsu bersama bapak dan amak dirumah, sepulang sekolah si bungsu menemani amak berjualan dan mengolah ladang, Sang Bapak juga termasuk orang yang di dengar di kampung, jadi lebih sering menyelesaikan masalah-masalah orang dibandingkan sering dirumah. Kondisi tersebut berjalan dengan harmonis

Sampai takdir berkata lain, Sang Bapak dipanggil kepangkuanNya, membuat kisah Si Bungsu berubah total, kehidupannya yang biasanya cukup, mendapatkan kasih sayang yang cukup, tiba-tiba hilang, kepergian bapak juga membuat amak sakit dan mengalami gangguan fikiran, saat itu Si Bungsu berusia 12 tahun, baru selesai sekolah dasar, ia tetap ingin sekolah, namun biaya tidak ada. Kedua Abang dan kakaknya memiliki kehidupan yang berbeda, si Abang juga hidup susah, sedangkan kakak perempuannya lumayan berada karena juga menjadi pedagang. Sampailah pada suatu ketika Kakak kedua yang bernama Aminah pindah ke desa, awalnya beliau merantau ke kota, lalu pindah ke desa menempati rumah peninggalan bapak, tinggal bersama amak dan adiknya. Disanalah dimulai penderitaan si Bungsu yang bernama Yanti, ia diperlakukan seperti pembantu oleh kakaknya, disuruh mengasuh anaknya, membantu menyiapkan makanan keluarga dan pekerjanya, bahkan Yanti juga sering disuruh mengangkat-angkat barang-barang berat untuk di bawa berdagang ke pasar-pasar. Yanti menjalani itu dengan sabar, karena dia ingin tetap dekat dengan Amak yang kondisinya sedang tidak sehat. Yanti ingin melanjutkan sekolah, namun kakaknya tidak mengizinkan, namun Yanti tetap gigih, ia masuk sekolah di luar kota, berkat kebaikannya, biaya sekolahnya di bantu

Super Team Adzkia 1 Padang

Tahun ajaran 2024-2025

Tahun ajaran 2025-2026

🙂

Kelas 3 Hunain 2

Tahun ajaran 2024/2025 aku di amanahkan menjadi guru kelas 3, pengalaman baru karena biasanya bersama anak-anak usia menjelang remaja yang sudah mandiri dan memiliki kekhasan masing-masing. Ketika di kelas 3, ini adalah hal baru bagiku, anak-anak yang masih polos, sedikit-sedikit mengadu, belum semua yang mandiri, harus banyak diawasi dan dibersamai.

Anak Aulad Kelas 3 Hunain 2 ada Arkan, Azzam, Imam, Omar Fatih, Khalif, Ataya, Abid, Ghani, Shadiq, Hanif, Rasyid, Salim, Omar Thaqif, Taqi, Hafiy, Rafif, dan Yoyo

Yang perempuan ada Adeeva, Alya, Shakila, Aisha, Atika, Chaca, Aqsha, Adzka, Hilya, Hana, dan Khaira

Semoga sukses selalu soleh soleha ustadzah

Cerita Kemnas V JSIT Cibubur

Kebijaksanaan adalah putri dari pengalaman” Leinardo Da Vinci

Sudah lewat satu bulan pengalaman kemnas V di cibubur kami lewati, tepatnya kami berangkat pada tanggal 12 Februari 2023 dan sampai kembali di Padang pada tanggal 21 Februari 2023. Kegiatan Kemah Nasional JSIT berlangsung selama 4 hari yaitu dari tanggal 14-18 Februari 2023.

Sebelum berangkat di Hari Minggu, kami melaksanakan agenda pelepasan oleh Ketua Yayasan Adzkia Sumatra Barat beserta Jajarannya, ada 64 siswa dan 16 pendamping yang berangkat mengikuti agenda Kemnas V JSIT.

Semakin dekat waktunya, semakin rempong mempersiapkan apa yang mau dibawa, terbayang perjalanan 10 hari akan membutuhkan berbagai kebutuhan terutama akomodasi sandang dan pangan, pakaian dan makanan. Ana malamnya sistem kebut menyetrika pakaian yang akan dibawa. Disusun dalam kantong plastik ukuran 5 kg, pakaian untuk satu hari. Alhamdulillah selesai juga di pukul 24.00 WIB. Dengan 1 koper, 1 tas sandang semua kebutuhan sudah siap untuk dibawa besok paginya.

Kami berangkat dengan menggunakan Bus NPM Vircansa, fasilitas busnya keren, didalamnya kita duduk di kursi yang bisa selonjoran. Kami kontingen putri ada di Bus 2 paling tengah. Setelah terjadi haru biru pelepasan orang tua dan anak-anak yang bikin berkaca-kaca, Akhirnya kami bertolak ke tanah Jawa dengan doa wali murid, teman sejawat dan keluarga YASB semuanya. Bismillah…..kondisi dalam Bus yang BerAc membuat kami kedinginan, untung saja ada Jaket Kemnas. Ini adalah perjalanan perdana ana lewat jalur darat. Biasanya keluar dari pulau sumatra ini naik pesawat, yang dalam hitungan jam sampai. Perjalanan lewat jalur darat banyak sekali memberikan pengalaman, tentang setiap daerah yang berbeda kondisi airnya, oh iya kami singgah hanya untuk makan dan shalat 🙂 Selama 3 hari kami menghabiskan waktu didalam bus vircansa ini.

Kami juga naik kapal di Pelabuhan Merak, perdana juga menaiki kapal, menurut ana lebih pusing naik kapal yang cuma 2 jam paling lama itu, daripada naik bus berjam-jam bahkan berhari-hari. But everything Alhamdulillah, semuanya memiliki kesan yang indah.

Alhamdulillah selama kegiatan KEMNAS V ini anak-anak tidak ada yang sakit, ada beberapa kejadian yang tidak terduga ada dialami di regu Putra, namun tak menyurutkan semangat anak-anak dalam mengikuti setiap acara yang dibuat oleh panitia Kemnas. Setiap hari bangun pukul 03.30 shalat tahajud bersama, lalu dilanjutkan dengan shalat subuh berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan Al maksurat. Kakak pendamping berbagi tugas mengontrol anak-anak dan menyiapkan makanan untuk mereka. Pukul 06.00 mereka mengikuti senam, selesai senam mereka siap-siap untuk ganti baju memulai kegiatan hari itu. Kondisi kamar mandi di Buperta Cibubur lumayan banyak, namun karena pesertanya juga banyak jadi tetap antri jika dilakukan di satu waktu. Akhirnya kami memilih untuk mandi sekali sehari saja, ana pun bisa mencuci disana, walaupun cuaca kadang medung namun sebentar-sebentar saja hujan, jadi bisa dikatakan selama disana suasananya mendukung. Ada satu hari yang hujan agak lebat, beberapa orang dari kita ada yang basah pakaiannya karena rembesen air masuk ke tenda dan mengenai tas yang kami bawa. Namun semua itu terlewati dengan membuat jemuran darurat.

Setiap hari kami mendapatkan bahan natura yang berisi sembako, dan itu sangat cukup untuk kami. Disamping itu kami juga membawa rendang dan beras 1 tekong masing-masing untuk jaga-jaga bila tak suka beras pulen. Tapi ternyata nggak seperti yang difikirkan juga kok, beras yang dikasih dari sana yang pulen pun, enak-enak ajah rasanya. Namun secara umum kami lebih banyak pakai beras yang kami bawa dari Padang, wal hasil beras pulen tersebut kami sedekahkan pada ibuk-ibuk yang lewat di sekitar tenda saat aksi bersih. Oh iya, bersyukur juga kami regu putri lokasi tandem tendanya dekatan, jadi dapurnya bisa dekat-dekatan, semua kegiatan bersama kami lakukan secara berjamaah, itu pula serunya hehe.

Semua agenda Kemnas V dapat kami laksanakan dengan baik, semoga memberikan pengalaman yang berharga bagi kita semua, terutama bagi generasi penerus ini, anak-anak siswa siswi yang ditakdirkan bisa mengikuti, semoga hari-hari yang kita lewati dengan penuh semangat, keyakinan, kedisiplinan, mental yang kuat, sabar, dan cerdas dalam menaklukkan setiap tantangan yang diberikan disetiap post menjadi cikal bakal untuk dapat dipraktekkan dalam kehidupan anak-anak sole soleha semua.

Itulah cerita Kemnas V JSIT di cibubur, beberapa hal yang perlu menjadi hal yang harus kita siapkan sebelum berangkat, adalah kesehatan fisik dan mental, dan juga materi, karena disana juga ada bazaar yang isinya sama seperti di pasar hehe…

Semoga menginspirasi 🙂

Praktikum IPA Kelas 5 Raudah 3 Sdit Adzkia 1 Padang

Kali ini, siswa kelas 5 sdit adzkia 1 padang, melaksanakan Praktikum IPA dengan kegiatan memasak. Mengamati perpindahan panas, benda konduktor dan isolator, serta menyusun laporan pengamatan sesuai dengan format yang ustadzah Viona berikan.

Hiking Gunung Padang Dengan Peserta Kemnas

Perdana mendaki gunung padang, dengan bobot yang luar biasa….mendaki ratusan tangga membuatku ngos-ngosan hingga sampai juga diatas bundaran gunung padang, jauh beda dengan stamina anak-anak pramuka yang secepat kilat sampai diatas….luar biasa memang anak-anak pramuka ini.

Kontingen Regu Putra dan Putri dari SDIT Adzkia 1 bersama kakak pembina Pramuka. Ada Syifa, Zahidah, Raissa, Yumna, Faizah, Aghna, Hashifa, Keisy, Kak Syukri, Kak Zahirin, Aditya Ahza, Bintang, Nahdan, Fengho, Ihsan, Ezou, Athar dan

Kontingen SD Adzkia 2 bersama kak Maimunah dan kak Romizon

Kontingen SD 3 bersama kak Yoga dan kak Yola

Betapa bahagianya mereka di setiap sudut perjalanan ada peninggalan-peninggalan bersejarah.

Kompak dan selalu berkolaborasi untuk kesuksesan acara.

Kami juga singgah di makam siti Nurbaya

Cerita Rumah Pertama

Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal …” (An-Nahl: 80)

Memiliki rumah adalah salah satu keinginan kami berdua saat di ikat dalam ikatan suami istri. Diawal pernikahan kami memutuskan mengontrak sebuah rumah yang tidak jauh dari rumah mertua. Prinsip suamiku adalah tinggal mandiri tanpa ada campur tangan dari siapapun. Di Awal-awal pernikahan kamipun merasakan hal yang mungkin banyak pasutri juga rasakan. Beberapa bulan setelah menikah, suami di PHK dan beliau menarik ojek untuk menutupi biaya sehari-hari. Saat itu, aku harus memakai tabunganku saat masih belum menikah untuk menutupi kebutuhan kami. Aku juga tidak bekerja saat itu, setiap hari aku berdoa, supaya ada cara untuk membantu suami memenuhi nafkah keluarga, karena jika mengharapkan tabungan saja, tentu akan habis. Dengan tetap optimis dan saling menguatkan, akupun memutuskan untuk bekerja, dan alhamdulillah aku diterima kerja kontrak di sebuah badan amil zakat di kota padang sebagai marketingnya, pekerjaanku kesana kemari menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang dapat mengumpulkan donasi. Di awal tahun 2019 paksu mendapatkan kabar kalau dia juga diterima bekerja di balai kota sebagai pegawai kontrak, kami berdua bersyukur, ada tempat untuk mencari nafkah sehingga dapat terus bertahan hidup.

Kami berdua saling berhemat dengan gaji yang dibawah UMR tersebut, karena masih berdua, jadi pengeluaran tidaklah begitu, kami jarang makan diluar, paksu lebih suka makan makanan masakanku, belanja-belanja hal yang tidak penting tidak kami lakukan, karena gaji kami hanya cukup untuk tabungan kontrakan berikutnya. Saat aku bekerja, kami bisa menabung,pelan-pelan untuk membeli rumah.

Setiap sore kami ke perumahan baru ini, untuk melihat rumah yang akhirnya kami usahakan DP nya, sebenarnya untuk DP uang kami belum cukup, alhamdulillah, Allah datangkan rejeki dari Amma dan Appaku, merekalah support terbaikku sampai kami bisa punya rumah pertama ini. Setelah bayar DP di bulan November 2021 tabungan terkuras, masa kami menunggu sampai akad adalah 7 bulan, dan kami harus memperpajang kontrakan lagi, dan untuk membangunnya kami harus menabung lagi, kami pindah ke kontrakan yang lebih kecil biayanya, kami ambil setahun lagi supaya bisa menabung. Saat Akad Tanggal 8 Juni 2022 akhirnya kami bisa akad, dengan bantuan orang baik.

Bulan Juli 2022 kami membuat pondasi, untuk memperjelas wilayah tanah kami. Saat ini kami hanya mampu punya rumah kecil dengan lahan yang 72 meter persegi. Dengan biaya 5 Juta. Alhamdulillah, mulai terlihat bersih.

Pembangunan hanya sampai disitu saja, kami menabung lagi untuk membangun dapur, pada 15 Desember 2022, kami memindahkan tiang listrik yang ditanam pas didalam wilayah tanah kami. Kenapa dipindahkan…? karena tanah kami kecil dan akan memperkecil lahan saat dibangun nanti. Rupanya kami harus membayar 1,5 Juta untuk memindahkan tiang listrik tersebut, padahal bukan kami yang mengijinkan tiang itu ditanam disana. Tapi mau bagaimana lagi..kami harus mengeluarkan uang lagi untuk memindahkannya.

Pada 10 Januari 2023 kami mulai lagi membangun rumah, karena akan habis kontrakan di Bulan Maret 2023 nanti, semoga Allah mudahkan, allah lapangkan rejeki kami..karena jujur…masih agak cemas karena takut tidak selesai…..semoga selalu Allah berikan jalannya.

Merajut Ukhuwah bersama Komite SDIT Adzkia 1 Padang

Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.

Bismillahirrahmanirrahiim…..

Pada hari Sabtu, 7 Januari 2023 kami bersama rombongan ustadz dan ustadzah Sdit Adzkia 1 Padang, bersama-sama berangkat ke lokasi out bond di Sungrilah Camp, kegiatan ini di iniasiasi oleh komite untuk menjalin ukhuwah antara guru dan orang tua, agar tercipta iklim kekeluargaan dalam mendidik anak-anak menjadi anak yang soleh dan soleha. Setiba di lokasi camp kami disuguhi dengan suasana alam yang sejuk, saya yang sudah 10 tahun di kota Padang ini, baru tahu kalau ada tempat camp seperti Sungrilah Camp ini. Setiba disana, kami disuguhi kopi dan teh hangat. Beberapa guru, ada yang sarapan dan berjalan-jalan menikmati sekitar.

Selesai sarapan di pondok belakang foto ini, kamipun asyik berfoto,mengabadikan moment hehe….sepertinya yang kami duduki ini adalah tempat api unggun.

Setelah sarapan dan menikmati alam sekitar, kegiatan dilanjutkan dengan out bond yang dipandu oleh seorang Trainer. Kami membuat lingkaran, dan Bang Trainer memberikan intruksi-intruksi yang menantang konsentrasi kami ini. Banyak yang kena bubuk bedak karena melakukan kesalahan, saya jadi terpingkal-pingkal karena kegiatan tersebut mengundang tertawa hehe..

Berbagai games yang mengasyikkan serta memberikan makna kerja sama, kejujuran, kekompakan serta berani unjuk aksi membuat kami menjadi bebas berekspresi, lupa untuk agak jaim hehe…

Salah satu nya games memasukkan sumpit dengan mulut, lihat saja wajah kami nan cantik harus direlakan seperti ini…sayapun bingung, bagaimanalah cara masukkin sumpit ini ke botol karena lepas lepas dan jatuh saja sumpitnya.

Ini di sudut lain lokasi ini, supaya dapat di ingat dan dilihat lagi, berfoto jugalah kami disini..

Well….setelah games, kami mengikuti training spritual yang merupakan rangkaian acara dari out bond ini, jarang-jarang ya..biasanya kalau out bond, main-main saja ehhe…tapi alhamdulillah, agenda ini sangat bagus sekali, dengan dipandu ustadz Dede Bafaqih…saya tahu beliau ini sejak di bangku kuliah…dan beberapa tahun kemudian ketemu ustadz Dede di sini.

Kami semua dibikin nangis sama kata-kata bijak Ustad Dede, beliau membangkitkan lagi semangat kami sebagai guru, apa sih tujuan sesungguhnya menjadi guru……Yes….mendidik siswa agar menjadi generasi shalih dan bisa mendapatkan “pensiunan pahala” dari mereka kelak, bukan yang lain….Insya allah…..semoga niat ini selalu lurus dan Allah mudahkan sampai di ujung usia nanti. Aaamiin.

Lihat itu, para ustadz dan ustadzah serta orang tua pada bersemangat…..

Foto setelah pembukaan oleh Kepala Sekolah Ustadz Syukri Hamdi, S.S dan Ketua Komite Pak Budi…..

Nah, alhamdulillah….kegiatan out bond dalam rangka memperingati Hari Guru sudah selesai…Terima Kasih Ayah/ bunda dan komite yang selalu suport sekolah dalam memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak kita. Maafkan baru bisa menulis, saat jam kosong mengajar nih reader….

Selasa, 10 Januari 2023

Kelas Inspirasiku

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai